• MA MATHOLIUL ULUM BANJARAGUNG
  • Berilmu, Terampil, dan Berakhlakul Karimah

Amalan Sunnah Malam Raya Idul Adha, Apa Saja?

mamuba.sch.id - Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam. Hari besar tersebut jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, merupakan hari yang istimewa. Hari tersebut tidak hanya dikenal sebagai Hari Raya Kurban, tetapi juga sebagai hari yang penuh dengan berbagai amalan dan ibadah.

Dalam merayakan Hari Raya Idul Adha, ada beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim. Amalan-amalan ini tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara sesama umat Muslim.

Dirangkum dari nu.online, inilah beberapa amalan sunnah yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha.

1. Mengumandangkan takbir

Waktunya mulai dari terbenam matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada Hari Raya Idul Adha, yang terus dilanjut sampai tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq. Malam Idul Adha tersebut kita dianjurkan untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghidupkannya. Anjuran ini sebagaimana terdapat dalam kitab Raudlatut Thalibin:

 

فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ

 

Artinya: Disunnahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunnahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah.

Di lingkungan Banjaragung, utamanya Klumosari diselenggarakan takbir keliling dengan membawa obor atau oncor. Acara ini dilaksanakan untuk menghidupkan malam penuh kemuliaan tersebut.

2. Mandi untuk shalat Id sebelum berangkat ke masjid.

Hal ini boleh dilakukan mulai dari pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh. Karena tujuan dari mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar. Mandi sebelum waktu berangkat ke masjid adalah yang paling baik.

 

يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل

 

Artinya: Disunnahkan mandi untuk shalat Id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu subuh atau sebelum subuh, atau pertengahan malam.

 

Kesunnahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun perempuan, baik yang akan akan berangkat melaksanakan shalat Id maupun bagi perempuan yang sedang udzur syar’i sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Id.

 3. Disunnahkan memakai wangi-wangian

Selain wangi-wangian, juga disunahkan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak, untuk memperoleh keutamaan hari raya.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab terdapat keterangan mengenai amalan sunnah ini.

 والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب

 Artinya: Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunnahkan juga memakai wangi-wangian.

 4. Memakai pakaian yang paling baik lagi bersih dan suci jika memilikinya.

Jika tidak memilikinya maka cukup memakai pakaian yang bersih dan suci. Akan tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa yang paling utama adalah memakai pakaian yang putih dan memakai serban. Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:

 

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرُهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ.

 

Artinya: Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat shalat Id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan cukuplah ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian.

 

5. Ketika menuju ke masjid ataupun tempat shalat Id hendaklah berjalan kaki karena hal itu lebih utama.

Namun untuk orang yang telah berumur dan orang yang tidak mampu berjalan, maka boleh saja berangkat dengan menggunakan kendaraan. Dengan berjalan kaki kita bisa bertegur sapa mengucapkan salam dan juga bisa bermushafahah (bersalam-salaman) sesama kaum muslimin. Sebagaimana sabda Nabi saw yang diriwayatkan dari Ibnu Umar :

 كَانَ يَخْرُجُ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

 Artinya: Rasulullah saw berangkat untuk melaksanakan shalat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat Id.

 Selain itu, dianjurkan juga berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan. Sambil menunggu shalat Id dilaksanakan, kita bisa bertakbir secara bersama-sama di masjid dengan para jamaah yang telah hadir. 

6. Untuk Hari Raya Idul Adha disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan shalat Id.

Berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunnahkan makan sebelum melaksanakan shalat Id. Pada masa Nabi saw makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, karena makanan pokok orang Arab adalah kurma.

 عن بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع

Artinya: Diriwayatkan dari Buraidah ra, bahwa Nabi saw tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga beliau kembali ke rumah.

Dengan demikian, anjuran makan pada Hari Raya Idul Adha adalah setelah selesai melaksanakan shalat Id. Alangkah lebih baik jika makan kurma sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Akan tetapi jika tidak mendapati kurma, bolehlah makan dengan yang lain. Bagi masyarakat Indonesia, misalnya disesuaikan dengan makanan pokok daerah masing-masing.

penulis : md

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Rapat Kurikulum, Ada Inovasi Jam Pembelajaran di Mamuba

mamuba.sch.id - Menjelang dimulainya tahun ajara baru pendidikan Tahun Ajaran 2024/2025, Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba) melaksanakan rapat, Rabu (10/7) pagi. Rapat

11/07/2024 06:38 - Oleh Administrator - Dilihat 55 kali
Jelang Matsama, Waka Kesisiwaan Mamuba Briefing Panitia

mamuba.sch.id – Menjelang tahun ajaran baru 2024/2025, Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba) melalui Waka Kesiswaan membentuk tim panitia untuk kegiatan Masa Ta&rsqu

08/07/2024 10:09 - Oleh Administrator - Dilihat 99 kali
Doa Awal Tahun Baru Hijriyah

mamuba.sch.id - Berdoa merupakan amalan yang dianjurkan ketika memasuki pergantian tahun baru Islam yaitu tahun hijriyah. Memanjatkan doa awal bulan Muharram dilakukan untuk mengharap p

06/07/2024 17:00 - Oleh Administrator - Dilihat 71 kali
Libur Semester Genap, Pelayanan di Mamuba Tetap Buka

Mamuba.sch.id – Memasuki libur panjang semester genap tahun ajaran 2023/2024, pelayanan di Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaraung (Mamuba) tetap buka. Hal ini dimaksudkan untuk

30/06/2024 08:22 - Oleh Administrator - Dilihat 54 kali
Tiga Siswa Putri Mamuba Ikuti Simulasi KSM 2024

Mamuba.sch.id – Sebanyak tiga siswa putri dari Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba) bakal mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2024. Sesuai dengan jadwal

29/06/2024 06:22 - Oleh Administrator - Dilihat 62 kali
Haul Mbah Nursyid Ke-9, Keluarga Besar Matholiul Ulum Kirimkan Doa

Banjaragung – Memperingati haul KH Nursyid yang ke-9, keluarga besar dari Matholiul Ulum Banjaragung mengirimkan doa untuk beliau. Doa bersama dilakukan pada Selasa (25/6) pagi.

26/06/2024 10:37 - Oleh Administrator - Dilihat 52 kali
Penerimaan Rapot di Mamuba, Ini Pesan-Pesan dari Wali Kelas

Mamuba.sch.id – Hari yang ditunggu telah tiba. Rapot yang menjadi nilai akhir dari evaluasi sebuah pembelajaran telah dibagikan. Evaluasi dan perbaikan dapat dilakukan pada j

24/06/2024 09:35 - Oleh Administrator - Dilihat 75 kali
Idul Adha 1445 H, Keluarga Besar Mamuba Kurban Tiga Kambing

Mamuba – Hari raya Idul Adha 1445 H atau tahun 2024 ini, keluarga besar Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba) menyembelih tiga ekor kambing. Program ini rutin dilaks

18/06/2024 06:29 - Oleh Administrator - Dilihat 102 kali
Malam Idul Adha 1445 H, Ratusan Obor Ramaikan Takbir Keliling di Banjaragung

Banjaragung – Ikatan Remaja Masjid (Irmas) dari Masjid Syuhada’ al Kautsar menggelar kegiatan takbir keliling menyambut Idul Adha 1445 H di wilayah Klumo, Banjaragung. Takbi

17/06/2024 01:03 - Oleh Administrator - Dilihat 72 kali
Yuuk Intip Perpisahan TK TA Banjaragung

Banjaragung – Berkaitan dengan selesainya tahun ajaran 2023/2023, Taman Kanak-Kanak Tarbiyatul Athfal (TK TA) Banjaragung melaksanakan perpisahan sekaligus pelepasan. Acara dilaks

12/06/2024 22:28 - Oleh Administrator - Dilihat 99 kali