Seru, Program Siswa Mengajar di Mamuba
Mamuba.sch.id. Dalam pembelajaran kepada siswa diperlukan inovasi-inovasi agar dapat berjalan dengan optimal. Ada banyak ragam metode pembelajaran, salah satunya adalah Program Siswa Mengajar. Program ini dipraktikkan dalam pembelajaran Sejarah di kelas X.
Kamis (26/1) suasana kelas X tampak lengang. Puluhan siswa tampak sibuk menulis di meja masing-masing. pagi itu, pembelajaran sejarah ada penugasan menulis tentang perjalanan diri sendiri atau autobiografi. Di tengah menulis, tiga siswa dari kelas XII masuk kelas dan memperkenalkan diri.
Baca juga: Pemilihan Kepala Sukses Digelar, Inilah Hasilnya
Usai memperkenalkan diri singkat, ketiganya saling berbagi peran untuk menjalaskan materi sejarah tentang Islamisasi di Indonesia. “Kali ini kita akan membahas tentang Kerajaan Samudera Pasai dan Demak,” kata Hanifatul Awaliiyah.
Ia bersama temannya, Nur Anisatul Fitriyah kemudian menjelaskan secara runtut awal mula dan perkembangan kerajaan tersebut. “Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu dan kemudian setelah memeluk Islam menjadi Malik As-Salih. Kerajaan ini berkembanga sekitar abad ke-12,” jelas mereka.

Suasana pembelajaran Program Siswa Mengajar di Mamuba (dok.ist).
Berikutnya, kerajaan Demak dijelaskan oleh Wahyu Fika Hidayatun Nikmah atau Fika. Ia menggunakan media papan tulis untuk memudahkan kronologi peristiwa, utamanya para raja yang berkuasa. “Yang pertama adalah Raden Fatah yang merupakan keturunan dari Raja Brawijaya V, raja Majaparhit,” jelasnya usai menulis di papan tulis.
Setelah itu, kata dia, dilanjutkan oleh putra-putranya. “Yang selanjutnya ada Pati Unus, Sultan Trenggana, Sunan Prawata. Masa kejayaan Demak pada masa Sultan Trenggana,” katanya menjelaskan.
Ketiga siswa ini juga mencoba menjabarkan perjalanan sejarah kerajaan Islam dari Demak, Pajang, sampai ke Mataram Islam di Yogyakarta. Penjelasan cukup panjang ketika menyampaikan tentang Ratu Kalinyamat.
Pada sesi tanya jawab, terdapat dua penanya. Yang pertama adalah Aisyatul Iffah. Ia menanyakan tentang istilah Demak dan Bintoro. “Bagaimana asal usulnya nama Demak Bintoro menjadi Demak saja,” katanya penasaran.
Pertanyaan kedua disampaikan oleh Muhammad Bagas Saputra. Ia menanyakan tentang pasangan dari raja Demak. “Siapa nama istri dari Sultan Trenggana,” katanya sambil mengacungkan tangan.

Ketiga pengajar mencoba untuk menjawab. Bahwa nama Demak berasal dari Bahasa Jawa, yaitu Damak yang bermakna anugerah. Sedangkan untuk istri raja Demak tidak ada penjelasan lebih lanjut. “Karena tidak banyak disebutkan dalam sumber sejarah, sehingga kami mohon maaf belum dapat menjawab,” jelas Fika.
Usai menyampaikan materi, bapak M. Dalhar mencoba untuk mengevaluasi dan menyampaikan beberapa jawaban. Tentang Demak ada pendapat yang mengatakan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Arab, “dama” yang bermakna mata air.
Bersambung….
Penulis/editor: mbahdalhar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Di Bawah Langit Malam, Sepuluh Obor Menyalakan Satu Tekad
Mamuba.sch.id- Malam itu, langit di atas halaman MA Matholiul Ulum Banjaragung seperti ikut menahan napas. Pukul 19.30 WIB, keheningan malam pecah bukan oleh sorak-sorai, melainkan
MAKESTA Warnai MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) menjadi salah satu rangkaian acara yang mewarnai Masa Ta'aruf Murid Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung. Kegiatan ini
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Baca Al-Qur'an Bagi Murid Baru
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Tes Baca Al-Qur'an sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tah
Panitia MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung Ikuti Pelatihan, Siap Sambut Peserta Didik Baru
Mamuba.sch.id- Panitia Masa Ta'aruf Peserta Didik Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung mengikuti pelatihan selama dua hari, yakni pada 7-8 Juli 2026. Pelatihan ini di
Tiga Peserta Didik MA Matholiul Ulum Banjaragung Lolos Seleksi UMPTKIN, Tembus Kampus Negeri Ternama
Mamuba.sch.id- Kabar membanggakan kembali datang dari MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak tiga peserta didiknya dinyatakan lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar LPJ Sambil Rekreasi di Bendungan Logung Kudus
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan konsep berbeda, yakni dipadukan dengan kegiatan rekreasi di Bendungan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara



