Memaknai “Tapa Wuda” Ratu Kalinyamat
Mamuba.sch.id. Program Siswa Mengajar (PSM) merupakan kegiatan baru bagi para siswa di lingkungan Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba). Mengajar teman sebaya menjadi pilihan menarik karena ada banyak hal yang didapatkan. Latihan mental, pemahaman mendalam, dan pengalaman yang tidak terlupakan (unforgettable).
Pagi itu adalah pertama kali PSM dilakukan. Tiga siswa dari kelas XII – Hanifatul Awaliyah, Anisak Ainur Rohmah, dan Wahyu Fika Hidayatun Nikmah – sudah mempersiapkan materi. Sejarah menjadi materi pertama yang disampaikan. Tema utamanya adalah tentang kerajaan Islam di Indonesia.
Baca juga: Seru, Program Siswa Mengajar di Mamuba
Para siswa kelas X yang mendapatkan penjelasan merasa terkagum ketika para pemateri menyampaikan tentang keluarga Ratu Kalinyamat, Jepara. “Ratu Kalinyamat atau retna kecana adalah putri dari Sultan Trenggana, raja Demak," kata Fika.
Secara bergantian ketiganya berupaya menyampaikan agar materi dapat dipahami dengan baik oleh para siswa. “Saat terjadi perebutan (kemelut – red), suami Ratu Kalinyamat, Sultan Hadirin terbunuh,” jelasnya sambil menuliskan kronologinya di papan tulis.
Usai peristiwa tersebut, Ratu Kalinyamat melakukan tapa wuda asinjang rikma. “Ini bukan berarti tapa tanpa busana, tetapi semacam perumpamaan bahwa sang ratu meninggalkan kemewahan dunia, “ papar Fika.

Para siswa merasa terheran dengan kisah perjalanan sang ratu. Kemudian saat sesi tanya jawab ada siswa yang bertanya, “Makam ratu dan suaminya di mana,” celetuk salah seorang siswa.
Kemudian dijelaskan oleh Anisak dan Hanifatul, “Makam beliau-beliau ada di Mantingan, Jepara,” katanya dengan penuh percaya diri.
Sebagian siswa yang lain kemudian bersorak, “huu……” bernada nyinyir kepada penanya dengan makna “sebegitunya kebangeten sampai tidak tahu sebagai orang Jepara.”
Baca juga: LPj Madrasah Aliyah, Pak Ali: Terima Kasih sudah Mendampingi Anak Bangsa
Usai pembahasan, para “pengajar siswa” kemudian menutup materi. Bapak Dalhar sebagai pengampu Mapel Sejarah kemudian memberikan sedikit tambahan. "Kami ucapkan terima kasih kepada pewakilan kelas XII yang telah menyampaikan dengan baik,” katanya diiringi suara apalus dari para siswa.
Tentang tapa wuda, katanya, adalah semacam kiasan atau orang Jawa menyebut sanepan. “Itu adalah sebuah perumpamaan bahwa ratu meninggalkan atribut sebagai ratu untuk sementara waktu karena dalam masa berkabung,” jelasnya.
“Apakah masuk akal, seorang ratu Muslimah melakukan tapa wuda. Itu adalah masa iddah beliau karena ditinggal wafat sang suami,” jelasnya.
Pogram ini – siswa mengajar – akan dilanjutkan tidak hanya untuk kelas XII, melainkan semua. Ke depan direncanakan para siswa di Mamuba akan mengajar di MTs Matholiul Ulum dan di MI Matholiul Ulum.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara
Bukan Sekadar Mengajar, Guru MA Matholiul Ulum Jadi Petugas Upacara Hardiknas 2026
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 02 Mei 2026. Yang istimewa dari up
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini 2026
Mamuba.sch.id- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar upacara bendera pada Selasa, 21 April 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini menj
Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal dan RAT Koperasi ARTHA BERKAH
Mamuba.sch.id- Aula MA Matholiul Ulum Banjaragung menjadi saksi hangatnya tali silaturahmi pada Kamis, 16 April 2026. Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menyelengg
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Belajar Tanam Selada di Kebun Hidroponik
Mamuba.sch.id- Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU bersama Lembaga Pers Siswa (LPS) "WASIS" MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan bertajuk "KITA HARUS MENANAM KEMBALI" pada S
Membanggakan! 4 Siswa MA Matholiul Ulum Banjaragung Berhasil Lolos SPAN-PTKIN 2026
Mamuba.sch.id- Kabar gembira menyelimuti keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak empat peserta didik dinyatakan lulus seleksi jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasiona
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Istighosah Jelang Ujian Madrasah
Mamuba.sch.id- Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Min



