Muqtafidduror: Kegagalan Membuatku Kuat dan Bertahan
Saya bergegas membuka Instagram ketika diberitahu seorang teman kalau ada seleksi Bhayangkara FC. Beberapa temanku di akademi sepak bola terlebih dahulu mendaftar seleksi. Setelah merenung dan berpikir lama, akhirnya saya berkonsultasi sekaligus memohon izin orangtua, setelah itu saya mantap untuk mendaftar juga. Jejak saya di dalam hal seleksi sepak bola lumayan banyak, mulai dari Persijap hingga PSIS, termasuk seleksi tahap awal Bhayangkara FC tingkat Jawa Tengah. Tapi sayangnya nasib baik belum berpihak kepada saya. Jadi untuk pengumuman kali ini, saya tidak banyak berharap.
Masih ingat betul di ingatanku. Pagi itu ketika saya rehat di sela berolahraga iseng membuka Instagram. Kebetulan sudah ada pengumuman dari Bhayangkara FC. Banyaknya peserta yang lolos membuat saya cermat membaca satu persatu nama di dalam daftar. Saya hampir hilang harapan ketika tidak menemukan namaku di daftar tersebut. Namun, ternyata saya kurang teliti. Nyatanya namaku ada di daftar peserta yang lolos seleksi. Seakan tidak percaya, saya senang bukan main, terharu, dan tentu saja mengucap hamdalah berkali-kali. Kabar bahagia ini langsung saya sampaikan ke orangtua. Betapa bahagianya mereka mendengar kabar ini.
BACA JUGA: Tanggapan Positif, Program Siswa Mengajar Digelar di MTs Matholiul Ulum
Saat itu saya sebenarnya bingung. Pengumuman dikabarkan pada hari Jumat, sedangkan hari Minggu para peserta yang lolos harus berada di lokasi untuk mengikuti seleksi lanjutan. Awalnya saya ingin ke lokasi seleksi menggunakan travel bersama salah seorang teman, tapi kebetulan dia sedang sakit. Bapak saya menawarkan diri untuk mengantarkan dengan motor, tapi langsung dilarang oleh kakak saya karena sekarang adalah musim hujan. Jadi, kakak saya berinisiatif untuk menyewa mobil dan menanggung semua biayanya. Sebuah kesempatan yang sangat berharga dan tidak boleh terlewatkan. Kali ini keluarga besar ikut serta menemani dan melihat proses seleksi yang saya ikuti.
Ketika seleksi Bhayangkara FC di Kendal, saya baru sadar ternyata banyak peserta yang berasal dari Jepara, termasuk anaknya coach Bakhtiar yang merupakan pelatih Persijap di Liga 2. Saya yang merupakan anak didik beliau pun diberikan arahan khusus serta motivasi. Seketika kobaran semangat menggebu di jiwaku.
Saya menjalani seleksi pada pukul 08.00 WIB. Seleksinya menggunakan sistem pengerucutan. Dari 150 peserta dikerucutkan menjadi 60 peserta. Di dalam pengerucutan pertama saya lolos. Betapa bahagianya saya saat itu. Seleksi tahap selanjutnya adalah pengerucutan dari 60 ke 40 peserta, alhamdulillah saya lolos 40 besar. Namun, rezeki saya belum diberikan oleh Allah. Di tahap terakhir, saya tidak lolos. Meskipun begitu, bisa melangkah hingga sejauh ini membuat saya bahagia dan bertekad untuk lebih giat lagi dalam berlatih. Kegagalan tidak membuat saya putus asa, justru saya menjadi lebih kuat dan tetap bertahan. Saya banyak belajar dari kegagalan dan kesalahan. Saya terus instropeksi diri dan membenahi faktor-faktor yang kurang.
Rasa sedih tentu tetap ada dan tidak bisa disembunyikan. Namun, ketika saya melihat senyum dari Ibu, seketika saya langsung sadar bahwa dunia masih baik-baik saja. Akan saya kejar terus impian itu. Usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal dan RAT Koperasi ARTHA BERKAH
Mamuba.sch.id- Aula MA Matholiul Ulum Banjaragung menjadi saksi hangatnya tali silaturahmi pada Kamis, 16 April 2026. Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menyelengg
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Belajar Tanam Selada di Kebun Hidroponik
Mamuba.sch.id- Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU bersama Lembaga Pers Siswa (LPS) "WASIS" MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan bertajuk "KITA HARUS MENANAM KEMBALI" pada S
Membanggakan! 4 Siswa MA Matholiul Ulum Banjaragung Berhasil Lolos SPAN-PTKIN 2026
Mamuba.sch.id- Kabar gembira menyelimuti keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak empat peserta didik dinyatakan lulus seleksi jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasiona
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Istighosah Jelang Ujian Madrasah
Mamuba.sch.id- Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Min
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal 1447 H
Mamuba.sch.id- Mengawali kegiatan pasca libur Idulfitri, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menyelenggarakan acara Halalbihalal yang diikuti oleh seluruh civitas akademik
Membidik Prestasi Hingga Tingkat Provinsi melalui Study Club di MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Bagi sebagian besar pelajar, mendengar kata "belajar tambahan" mungkin terasa melelahkan. Namun, suasana berbeda akan kita temukan di MA Matholiul Ulum Banjaragung.
Perkuat Karakter dan Kemandirian, Internasional Edupreneurship Gelar Sosialisasi Edukasi di MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Lembaga Internasional Edupreneurship menunjukkan komitmennya dalam mengawal kualitas generasi muda. Bekerja sama dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Jawa Ten
MA Matholiul Ulum Banjaragung Membuka Program Vokasi untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung secara resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) untuk tahun ajaran baru. Mengusung konsep madrasa
Harumkan Nama Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung, Dua Anak Didik Coach Naviz Berjaya di Kejurkab Pagar Nusa 2026
Mamuba.sch.id- Gelaran Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pagar Nusa ke-IX Tahun 2026 menjadi saksi bisu tangan dingin seorang pelatih muda berbakat, Roudhotun Naviz Satuzzahroh. Dalam
Pelantikan Selesai, Raker Menanti: Pengurus Baru IPNU-IPPNU MA Matholiul Ulum Dilarang Napas Lega Sebelum Program Nyata!
Mamuba.sch.id- Genderang perjuangan resmi ditabuh! Senin, 19 Januari 2026, menjadi saksi bisu lahirnya nakhoda baru Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MA Matholiul Ulum Banjaragun



