Hari Kemenangan Telah Tiba, Sembilan Amalan yang Harus Kamu Ketahui
Mamuba.sch.id. Alhamdulillah sahabat, IdulFitri telah tiba. Puasa Ramadhan selama 30 hari telah kita selesaikan. Saatnya kita merayakan hari kemenangan. Merayakan dengan hal-hal yang bermanfaat tentunya.
Keluarga besar dari Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba) mengucapkan Selamat Hari Raya IdulFitri 1444 H, Mohon maaf lahir dan batin.
Berikut amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam takbiran sampai hari lebaran:
1. Menghidupkan malam hari raya dengan amalan sunnah
Dalam pandangan Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam kitab Busyral Karim, "(Kita) dianjurkan untuk menghidupkan dua malam Id sekalipun jatuh pada hari Jumat dengan pelbagai jenis ibadah seperti shalat, tadarus, atau zikir berdasar hadis, “Siapa yang menghidupkan dua malam Id, maka Allah akan menghidupkan hatinya pada hari di mana hati manusia mati.”
Kesunahan itu dianggap memadai dengan menghidupkan hampir semalam suntuk ibadah, dengan shalat Isya dan Subuh berjamaah, atau bahkan sekadar shalat Subuh berjamaah.
2. Memperbanyak takbiran
Hendaknya setiap Muslim mengumandangkan takbir sebanyak-banyaknya. Sebab hal ini sangat dianjurkan untuk dilakukan. Dilansir NU Online disebutkan bahwa anjuran memperbanyak membaca takbir atau lazim disebut takbiran ini datang dari Rasulullah dalam sebuah haditsnya.
زينوا اعيادكم بالتكبير
"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."
3. Mandi sunnah Idul Fitri
Sebab setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, bahkan perempuan yang tengah haid dan dalam keadaan nifas, disunnahkan untuk mandi sunnah Idul Fitri. Kesunnahan ini juga berlaku bagi yang tidak menghadiri shalat Idul Fitri, seperti orang sakit.
Menurut Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib, mandi sunnah Idul Fitri ini lebih utama dilakukan setelah terbit fajar.
Ini lafal niat mandi sunnah Idul Fitri: نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى Nawaitu ghusla 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala “Aku niat mandi Idul fitri, sunnah karena Allah ta'ala."
4. Berhias memakai pakaian yang bersih
Hal itu sebagaimana pendapat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam Busyral Karim. Seseorang dianjurkan mengenakan wewangian dan berhias sebagaimana hari Jumat. Tetapi di sini seseorang dianjurkan mengenakan pakaian terbaiknya meskipun bukan warna putih. Tetapi ketika pakaian putih dan bukan berwarna putih sama baiknya, maka mengenakan pakaian putih lebih utama di hari Id.
Hari Id berbeda dengan hari Jumat. Maksud hari Id adalah menampakkan nikmat Allah. Karenanya mengenakan pakaian terbaik itu lebih utama. Sedangkan tujuan hari Jumat adalah menampakkan kesempurnaan karena itu mengenakan pakaian putih itu yang terbaik. Tetapi orang yang duduk (tidak keluar rumah untuk sembahyang Id) dan orang yang keluar menuju sembahyang Id juga dianjurkan untuk mandi, berhias, dan mengenakan wewangian.
5. Berjalan menuju tempat shalat Id
Amalan ini sesuai dengan pendapat Sayyidina Ali, مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا “Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan." (HR al-Tirmidzi).
Sementara Syekh Zakariyya al-Anshari daam kitab Asna al-Mathalib menyatakan, bagi orang yang tidak mampu berjalan kaki seperti orang tua dan orang lumpuh, maka diperbolehkan untuk menaiki kendaraan. Demikian pula boleh kepulangan dari shalat Id dilakukan dengan tidak berjalan kaki.
6. Makan sebelum shalat Id
Hal ini sesuai dengan hadis nabi, oleh Imam Jalaludin As-Suyuthi di dalam kitab Al-Jâmi’us Shaghîr. كَانَ لَا يَغْدُو يَوْم الْفطر حَتَّى يَأْكُل سبع تمرات "Rasulullah tidak pergi untuk melakukan shalat Idul Fitri sampai beliau memakan tujuh buah kurma.”
Dalam riwayat lain disebutkan: "Rasulullah tidak pergi untuk melaksanakan shalat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya ganjil.
7. Menunaikan zakat fitrah
Batas mengeluarkan zakat fitrah yang utama adalah sejak malam takbiran sampai pagi sebelum shalat Idul Fitri. "Pembayaran zakat fitrah sebelum shalat Id lebih utama. Hikmah di balik itu bertujuan agar orang fakir yang menerimanya tidak melalaikan shalat Id karena sibuk mengemis untuk mencukupi kebutuhannya," demikian penjelasan Syekh Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam.
8. Bersedekah
Pada Hari Raya IdulFitri, umat Islam dapat melakukan amalan sunnah dengan bersedekah semampunya. Berbagi kebahagiaan seperti menyuguhkan makanan, memberikan uang, dan lain sebagainya dapat menjadi sedekah. Ada banyak sekali manfaat dari sedekah ini.
9. Bersilaturrahim
Di Indonesia silaturahim ini dikemas dari tradisi halal bihalal. Ada banyak keutamaan bersilaturahim, beberapa di antaranya: diridhai Allah, menyambung kekerabatan, menjadikan senang yang dikunjungi, mendatangkan keberkahan, dan masih banyak lainnya.
Penulis/editor : md
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Matholiul Ulum Banjaragung Peringati Hari Santri Nasional dengan Istighosah Kesantrian
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung memperingati Hari Santri Nasional dengan menggelar Istighosah Kesantrian. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktobe
Peringati Hari Olahraga Nasional, Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Jalan Sehat
Mamuba.sch.id- Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Kegiatan ini komp
MA Matholiul Ulum Banjaragung Semarakkan Maulid Nabi dengan Shalawat dan Kajian Kitab
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (24/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti oleh para murid
Di Bawah Langit Malam, Sepuluh Obor Menyalakan Satu Tekad
Mamuba.sch.id- Malam itu, langit di atas halaman MA Matholiul Ulum Banjaragung seperti ikut menahan napas. Pukul 19.30 WIB, keheningan malam pecah bukan oleh sorak-sorai, melainkan
MAKESTA Warnai MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) menjadi salah satu rangkaian acara yang mewarnai Masa Ta'aruf Murid Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung. Kegiatan ini
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Baca Al-Qur'an Bagi Murid Baru
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Tes Baca Al-Qur'an sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tah
Panitia MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung Ikuti Pelatihan, Siap Sambut Peserta Didik Baru
Mamuba.sch.id- Panitia Masa Ta'aruf Peserta Didik Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung mengikuti pelatihan selama dua hari, yakni pada 7-8 Juli 2026. Pelatihan ini di
Tiga Peserta Didik MA Matholiul Ulum Banjaragung Lolos Seleksi UMPTKIN, Tembus Kampus Negeri Ternama
Mamuba.sch.id- Kabar membanggakan kembali datang dari MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak tiga peserta didiknya dinyatakan lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar LPJ Sambil Rekreasi di Bendungan Logung Kudus
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan konsep berbeda, yakni dipadukan dengan kegiatan rekreasi di Bendungan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja



