Dampak Postif-Negatif Gadget bagi Pelajar (bag.2)
Mamuba.sch.id. Menggunakan gadget atau gawai haruslah bijak. Ibarat sebuah pisau, ia dapat menjadi hal yang bermanfaat sekaligus berbahaya. Semua tergantung dari user atau penggunanya.
Dalam tulisan sebelumnya mengenai pentingnya pembelajaran membaca dan menulis secara analog di siswa. Peneliti ilmu psikologi dan otak Universitas Indiana, Amerika Serikat, Karin James, menulis makalah yang terbit di jurnal Association of Psychological Science edisi 2017.
Baca juga: Negara Maju Kembali Biasakan Siswa untuk Menulis dan Gunakan Teks Cetak (Bag. 1)
Ia menjelaskan, memakai gawai, meskipun menyenangkan, sebenarnya memiskinkan siswa atau anak dari latihan motorik. Selain itu, radiasi gawai buruk bagi mata dan membuat anak tidak mengembangkan kemampuan berkonsentrasi dalam waktu lama.
Menulis, dalam artian bukan latihan menulis konvensional, membantu perkembangan saraf motorik serta melatih anak mengonsep.
Anak harus membayangkan suatu bentuk di benaknya yang kemudian ia tuangkan melalui torehan tangannya. ”Lebih banyak bagian otak yang bekerja ketika anak membaca dan membolak-balik buku serta belajar menggambar dan menulis sambil bermain dibandingkan melakukannya dengan gawai,” papar James.
Di jurnal yang sama, Pam Mueller dari Universitas Princeton dan Daniel Oppenheimer dari Universitas California Los Angeles menerbitkan makalah berjudul The Pen Is Mightier Than the Keyboard. Mereka meneliti para mahasiswa di Princeton, yaitu yang terbiasa mengetik dengan komputer pangku selama mendengar kuliah dan kelompok yang terbiasa mencatat dengan tangan.
Hasilnya ialah kelompok yang mencatat secara manual memiliki pemahaman lebih mengenai materi kuliah dibandingkan dengan yang mengetik di komputer.
Hal ini karena setiap orang memiliki cara tersendiri menyerap informasi. Misalnya, ada yang mencatat dengan tertib, seperti notulensi, ada yang menyingkat seperti stenografi, dan ada pula yang lebih mementingkan pemetaan persoalan.
Cara pemahaman yang individualistis itu membuat mahasiswa yang menulis tangan mampu mengurai informasi secara lebih mendalam. Mereka mengonsep di otak sebelum dituangkan ke gerakan tangan dan pena.
Berbeda dengan yang mengetik dengan komputer. Semua mahasiswa yang diteliti ini mengetik transkrip atau kata per kata. Memang, mengetik berarti mahasiswa bisa cepat merekam omongan dosen. Akan tetapi, mereka minim mengonsep karena mereka tinggal memencet papan ketik. Begitu ya gaes.
Editor: md
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Di Bawah Langit Malam, Sepuluh Obor Menyalakan Satu Tekad
Mamuba.sch.id- Malam itu, langit di atas halaman MA Matholiul Ulum Banjaragung seperti ikut menahan napas. Pukul 19.30 WIB, keheningan malam pecah bukan oleh sorak-sorai, melainkan
MAKESTA Warnai MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) menjadi salah satu rangkaian acara yang mewarnai Masa Ta'aruf Murid Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung. Kegiatan ini
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Baca Al-Qur'an Bagi Murid Baru
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Tes Baca Al-Qur'an sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tah
Panitia MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung Ikuti Pelatihan, Siap Sambut Peserta Didik Baru
Mamuba.sch.id- Panitia Masa Ta'aruf Peserta Didik Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung mengikuti pelatihan selama dua hari, yakni pada 7-8 Juli 2026. Pelatihan ini di
Tiga Peserta Didik MA Matholiul Ulum Banjaragung Lolos Seleksi UMPTKIN, Tembus Kampus Negeri Ternama
Mamuba.sch.id- Kabar membanggakan kembali datang dari MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak tiga peserta didiknya dinyatakan lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar LPJ Sambil Rekreasi di Bendungan Logung Kudus
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan konsep berbeda, yakni dipadukan dengan kegiatan rekreasi di Bendungan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara



