Meneladani Mbah Guru Nursyid
Mamuba.sch.id. Mbah Nursyid - namanya tertulis Nursjid, menggunakan ejaan lama - merupakan salah seorang pengurus di Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum (Yatimu) tahun 1960-an akhir. Meski bukan yang pertama, tetapi dapat dikatakan sebagai generasi awal yang menjadikan Yatimu berkembang pesat.
Mbah guru Nursyid, begitu masyarakat memanggilnya, dilahirkan pada 5 Juli 1937 di Dukuh Sidomulyo), Banjaran utara (baca: Banjaragung). Ayah beliau, bapak Japari adalah salah seorang perintis madrasah diniyah di Dukuh Klumo bersama dengan teman-temannya awal tahun 1950-an.
Secara garis keturunan, beliau memiliki hubungan dengan Kiai Ahmad Yusuf, salah satu ulama generasi pertama di Banjaragung era pertengahan 1800-an.

Susunan Pengurus Madin Klumo yang menjadi embrio Yatimu (dok.yatimu)
Di samping pendidikan dari lingkungan keluarga, mbah Nursyid juga nyantri di Pesantren Balekambang, Nalumsari. Selesai dari Balekambang, dilanjutkan nyantri kepada K.H. Kholil Bangsri. Masa berikutnya, nyantri kepada K.H. Misbahuddin, Pekalongan.
Diketahui juga bahwa mbah guru Nursyid juga menempuh pendidikan formal setingkat muallimin atau madrasah Tsanawiyah di Bangsri. Pendidikan itu ditempuh bersamaan dengan nyantri di K.H. Kholil Bangsri. Sepulang dari pesantren, sekitar pertengahan tahun 1950-an, mbah guru Nursyid menikah dengan Ny. Sayidah dan berkiprah kampung halaman melalui di dunia pendidikan.
Baca juga: IPNU-IPPNU Banjaragung Kupas Tuntas Bab Tayamum
Mbah Nursyid mengadakan pengajian al-Quran dan pelajaran tentang shalat (fasolatan) kepada masyarakat di Sidomulyo. Pembelajaran dilakukan bakda Maghrib, bakda Ashar, dan bakda Subuh. Pada bulan Ramadhan beliau mengadakan kajian kitab kuning bakda Ashar.
Beliau mengimbau agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial-kemasyarakatan setelah Maghrib. Tujuannya tidak lain agar para anak tetap dapat ngaji di masjid. Kebijaksanaan ini kemudian menjadi hukum tidak tertulis yang berlaku di masyarakat setempat.
Sentral pembelajaran masyarakat berada di Masjid al-Khoirot Dukuh Sidomulyo. Masjid ini didirikan pada 1970-an awal. Masjid tersebut berawal dari musholla atau langgar yang dikembangkan menjadi masjid jami'. Berkembangnya iklim religius di masyarakat tidak dapat dilepaskan dari pengaruh mbah Nursyid. Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa mbah guru Nursyid adalah pendidik agama generasi awal di dukuh setempat. Tentu ini tanpa mengabaikan elemen masyarakat yang lain.
Kiprah dalam dunia pendidikan formal adalah dengan menjadi salah seorang pengajar di Madrasah Ibtidaiyah Matholiul Umum (MI MU) sejak tahun 1959. Periode selanjutnya, 1967-1970, mbah Nursyid menjadi pengurus MI MU dengan jabatan sebagai sekretaris. Pada tahun 1982-1986 beliau dipercaya sebagai wakil kepala dengan pendidikan terakhir sebagai Pendidik Guru Agama (PGA). Tahun 1990-1995 kemudian menjabat sebagai kepala MI MU. Jabatan tersebut berlanjut sampai awal tahun 2000-an.
Istiqomah
Di samping aktif dalam dunia pendidikan, kiprahnya juga tampak dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ketua ranting. Jabatan tersebut merupakan yang tertinggi dalam struktural di tingkat desa. Beliau menggerakkan organisasi bersama dengan para pengurus lainnya.
Baca juga: Peringatan HGN 2022 di Semarang, Jokowi: Terima Kasih telah Mengawal Masa Depan Bangsa
Mbah Nursyid dikenal sebagai seorang tokoh yang bijaksana dan disiplin dalam perjuangannya. Kegigihannya tampak dalam pendidikan bagi masyarakat dan memakmurkan masjid. Bahkan, ketika mengalami gangguan penegelihatan, beliau tetap istiqomah berangkat ke masjid. Sebuah pegangan dari bambu dibuatkan dari halaman rumah sampai ke pintu masjid sebelah utara.

Peringatan Haul mbah Nursyid di Maqbaroh (dok.klg)
Mbah Nursyid wafat pada 13 Oktober 2015 dalam usia 78 tahun setelah menjalani beberapa kali pengobatan. Pada hari pemakamannya para murid, tetangga, dan koleganya turut hadir mengantarkan salah seorang guru masyarakat di Banjaragung. Acara doa bersama digelar beberapa hari di kediamannya untuk mendoakan salah satu pendidik di Desa Banjaragung.
Mbah Nursyid meninggalkan dua putra/putri dan beberapa cucu. Satu putra beliau wafat ketika masih muda. Kiprah mbah Nursyid dalam dunia pendidikan dilanjutkan oleh putra-putri dan cucunya. Alfatihah…
Tulisan ini diringkas tanpa mengurangi esensinya. Sumber: M. Dalhar, Membaca Banjaragung, 2022.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Membidik Prestasi Hingga Tingkat Provinsi melalui Study Club di MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Bagi sebagian besar pelajar, mendengar kata "belajar tambahan" mungkin terasa melelahkan. Namun, suasana berbeda akan kita temukan di MA Matholiul Ulum Banjaragung.
Ada Doa dan Harapan atas Piala yang Dibawa Pulang
Mamuba.sch.id- Mari kita bicara tentang apa yang terjadi di balik layar, jauh sebelum peluit wasit berbunyi. Di sana, di balik pintu rumah yang sederhana, ada seorang ibu yang jemarinya
Program Tahsinul Qur'an di MA Matholiul Ulum Banjaragung untuk Mencetak Generasi Qur'ani
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung terus menunjukkan komitmennya dalam membekali siswa-siswi dengan ilmu agama yang kokoh, salah satunya melalui Program
Pembekalan Karya Tulis Ilmiah di MA Matholiul Ulum Banjaragung untuk Mengasah Nalar dan Keterampilan Menulis
Mamuba.sch.id- Dewan Guru di MA Matholiul Ulum Banjaragung menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan kemampuan akademik siswa-siswi, khususnya dalam bidang penulisan karya tuli
Semangat Kartini Berkobar di MA Matholiul Ulum Banjaragung: Perempuan Harus Berperan, Bukan Baperan
Mamuba.sch.id - Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di halaman Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung pagi ini. Seluruh siswa, guru, dan staf sekolah berkumpul untuk
Guru MA Matholiul Ulum Banjaragung Memberikan Metode "Rahasia" Menguasai Bahasa Arab
Mamuba.sch.id__Sebagai salah satu komponen penting di dalam Islam, bahasa Arab wajib dipelajari oleh umat islam untuk memahami isi kandungan Al-Qur'an, hadits, serta kitab-kitab karanga
Mira Amilia: Tertarik pada Jurnalistik
Mamuba.sch.id – Pagi itu gerimis turun di Banjaragung. Suasana seperti itu tidak menyurutkan Mira untuk membantu ibunya mempersiapkan dagangan untuk dibawa ke pasar Bangsri. Hampi
Belajar English Asyik melalui Lagu
Mamuba.sch.id – Belajar Bahasa Inggris (English) bagi sebagian siswa merupakan sesuatu yang tidak mudah. Diperlukan metode asyik agar bahasa asing tersebut mudah untuk dipahami. S
HAB Kemenag ke-78, Mamuba Gelar Upacara dan Apresiasi Siswa
Mamuba.sch.id. – Hari Amal Bhakti Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia ke-78 diperingati di awal tahun 2024 ini. Upacara dan apresiasi kepada para siswa dipilih oleh Mad
Hari Guru 2023, Ada Kejutan untuk Guru Mamuba
Mamuba.sch.id. – Udara pagi begitu segar. Arah jarum jam menunjukkan pukul 07.00. puluhan siswa Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung (Mamuba) tengah bersiap mengikuti khitob



