MA Matholiul Ulum Banjaragung Adakan Khitobah Empat Bahasa
Bahasa merupakan salah satu kunci dan alat bagi kita untuk mengembangkan pergaulan di era globalisasi ini. Kecakapan dan kemahiran di dalam berbahasa perlu dilatih dan diasah sejak dini. Hal itulah yang dipandang penting oleh civitas akademika MA Matholiul Ulum Banjaragung. Kegiatan khitobah atau pidato rutin dilaksanakan setiap dua minggu sekali. Biasanya di dalam kurun waktu tersebut, khitobah dilaksanakan menggunakan satu bahasa, tapi di pagi ini khitobah menggunakan empat bahasa. Antara lain: Bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab.
Sekitar pukul 07.05 WIB para peserta didik sudah bersiap dan berbaris rapi di halaman madrasah. Sebelum tampil di depan, terlebih dahulu para petugas khitobah diberikan arahan oleh Bapak Muhammad Imam Rosyadi. “Nanti ketika tampil, usahakan kefasihan dalam pengucapan diperhatikan. Jangan grogi. Ini latihan untuk nantinya kalian tampil di khalayak yang lebih ramai lagi,” kata Bapak Imam.
BACA JUGA: Didominasi Guru Muda, Inilah Formasi Pengurus Yatimu 2023-2027
Muhammad Syafii sebagai pembawa acara, pagi ini sedikit berbeda. Dia menggunakan pakaian khas Jawa. “Saya berinisiatif untuk memakaikan Syafii pakaian adat Jawa, supaya dia bisa mendalami peran,” kata Bapak Imam. Pembawa acara menggunakan bahasa Jawa sebagai praktik dari pelajaran bahasa Jawa yang diampu oleh Bapak Drs.Ali Murtadlo.
Khitobah yang disampaikan petugas mencakup beberapa tema. Seperti kebersihan sekolah, pembelajaran pasca pandemi, dan pentingnya belajar. Khitobah yang pertama disampaikan oleh Asfara Atrosa Ilmahaq menggunakan bahasa Indonesia. Dia menyampaikan tentang pentingnya menjaga kebersihan, apalagi di musim yang tidak menentu ini.
Khitobah kedua disampaikan oleh Ira Chusnun Najia menggunakan bahasa Jawa. Nada lembut dan mendayu adalah ciri khasnya. Ira menyampaikan tentang pentingnya belajar adab dan sopan santun, karena dia menganggap bahwa di era sekarang banyak pemuda yang melupakan adab dalam pergaulan sehari-hari.
Khitobah ketiga disampaikan oleh Salsabila Lintang Kirana menggunakan bahasa Inggris. Salsabila begitu fasih dalam menyampaikan pidatonya. Pada kesempatan kali ini, dia menyampaikan pidato tentang pentingnya pendidikan di zaman yang serba digital. Menurutnya kalau kita tidak bisa mengimbangi penggunaan teknologi dalam pendidikan dengan baik, maka kualitas pendidikan akan terhambat untuk maju.
Khitobah keempat oleh Nailis Sa’adah Mutasyabiha menggunakan bahasa Arab dengan mengusung tema pembelajaran setelah pandemi. Tentu banyak yang berubah setelah adanya pandemi tersebut, terutama di dalam bidang pendidikan. Dulu para peserta didik dan guru belum akrab dengan yang namanya pembelajaran jarak jauh menggunakan Zoom atau Google Meet, tapi sekarang semua kalangan sudah mahir menggunakannya. Sehingga tidak ada alasan bagi peserta didik jika mengatakan kalau dirinya ketinggalan materi pembelajaran. Akses dalam mencari informasi terbuka lebar, ruang diskusi dengan guru pun juga terbuka setiap saat.
BACA JUGA: Akhir Januari, Pemilihan Kepala Lembaga Yatimu Banjaragung Digelar
Khitobah kelima disampaikan oleh Nur Anisatul Fitriya menggunakan bahasa Arab. Anisa menyampaikan tentang pentingnya belajar. Dia menuturkan bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Kemudian dia menambahkan bahwa belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu besar (dewasa) bagaikan mengukir di atas air. Dengan bahasa kiasan tersebut, terdapat pesan yaitu gunakan waktumu untuk belajar, mulai dari kecil hingga ajal menjemput. “Tuntutlah ilmu dari buaian ayunan hingga liang lahat,” tutur Anisa.
Setelah khitobah selesai disampaikan oleh semua petugas. Bapak Drs. Ali Murtadlo memberikan sambutan. Di dalam sambutannya, Bapak Drs. Ali Murtadlo berpesan agar potensi berbahasa peserta didik MA Matholiul Ulum Banjaragung ditingkatkan lagi. “Khitobahnya sudah bagus dan perlu ditingkatkan lagi. Di kesempatan selanjutnya, tolong laki-laki ada yang maju minimal satu,” kata Bapak Drs. Ali Murtadlo. Beliau juga menambahkan pesan supaya para guru dan peserta didik menjaga kesehatannya di musim yang kadang panas dan kadang hujan seperti ini.
Khitobah ditutup oleh Muhammad Syafii pada pukul 07.40 WIB. Rangkaian acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Semua peserta didik sangat tertib dan antusias mendengarkan pidato yang disampaikan teman-temannya. Khitobah di kesempatan selanjutnya direncakan menggunakan bahasa Jawa. Jadi bagi para peserta didik untuk menyiapkan diri.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Di Bawah Langit Malam, Sepuluh Obor Menyalakan Satu Tekad
Mamuba.sch.id- Malam itu, langit di atas halaman MA Matholiul Ulum Banjaragung seperti ikut menahan napas. Pukul 19.30 WIB, keheningan malam pecah bukan oleh sorak-sorai, melainkan
MAKESTA Warnai MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) menjadi salah satu rangkaian acara yang mewarnai Masa Ta'aruf Murid Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung. Kegiatan ini
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Baca Al-Qur'an Bagi Murid Baru
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Tes Baca Al-Qur'an sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tah
Panitia MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung Ikuti Pelatihan, Siap Sambut Peserta Didik Baru
Mamuba.sch.id- Panitia Masa Ta'aruf Peserta Didik Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung mengikuti pelatihan selama dua hari, yakni pada 7-8 Juli 2026. Pelatihan ini di
Tiga Peserta Didik MA Matholiul Ulum Banjaragung Lolos Seleksi UMPTKIN, Tembus Kampus Negeri Ternama
Mamuba.sch.id- Kabar membanggakan kembali datang dari MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak tiga peserta didiknya dinyatakan lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar LPJ Sambil Rekreasi di Bendungan Logung Kudus
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan konsep berbeda, yakni dipadukan dengan kegiatan rekreasi di Bendungan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara



