Isra Mikraj, Sejarah dan Hikmahnya bagi Kaum Muslimin
Mamuba.sch.id. Salah satu bulan yang dimuliakan adalah bulan Rajab. Di dalam bulan ini ada peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah perjalanan Rasulullah, yaitu Isra Mikraj. Kisah perjalanan ini diceritakan dari generasi ke generasi sampai hari ini.
Isra merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina. Jarak Makkah ke Yerusalem sekitar 1.239 km. Dalam kondisi normal jarak tempuhnya mencapai satu bulan dengan mengendarai kuda atau unta. Nabi Muhammad SAW mencapainya tidak sampai semalam.
Baca juga: Buruan..!!! PPDB Mamuba Dibuka, Inilah Link Pendaftarannya
Sesampainya di Baitul Maqdis, Nabi Muhammad SAW mengerjakan shalat dua rakaat, menjadi imam para nabi di tempat tersebut. Beliau juga diberi tiga gelas dengan isi yang berbeda-beda, yatu khamr, susu, dan air putih. Rasulullah memilih susu, yang disebut oleh Malaikat Jibril sebagai memilih fitrah atau agama Islam.
Adapun mikraj adalah peristiwa saat Nabi Muhammad dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Sidratul Muntaha, melewati tujuh langit. Rasulullah SAW akhirnya tiba di Sidratul-Muntaha, yang merupakan simbol puncak pengetahuan yang paling mungkin dicapai makhluk. Pada zaman itu tak ada satu pun orang yang mempercayai peristiwa Isra Mikraj yang dialami Nabi SAW. Kecuali hanya satu orang yang mempercayai peristiwa tersebut dengan rasa keimanan yang tinggi yakni sahabat beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Flayer ucapan Isra Mikraj oleh tim Media Mamuba (dok.ist)
Dalam mikraj, Nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi pilihan di setiap langit. Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa dan Yahya di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, Nabi Musa di langit keenam, dan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.
Peristiwa Isra dan Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW dijelaskan Allah SWT dalam QS Al-Isra ayat 1.
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Malam hari sebelum mengalami Isra dan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW tengah bermalam di rumah Hindun binti Abu Thalib, sepupu beliau yang dikenal dengan nama Ummu Hani. Setelah tidur sejenak, Nabi terjaga dan mengunjungi Ka’bah yang jaraknya tidak begitu jauh.
Baca juga: LPj Panitia Pemilu, Bapak Misbahuddin: Kita Lanjutkan Persiapan PPDB
Di sana, beliau mengantuk hingga terlelap. Saat itulah malaikat Jibril datang dan membangunkan beliau hingga tiga kali. Oleh Jibril, Nabi diantarkan ke Buraq, sejenis hewan yang lebih tinggi dari himar (keledai), dan lebih pendek dari baghal (hewan hasil persilangan antara keledai jantan dan kuda betina). Buraq memiliki sayap dan berwarna putih susu.
Dalam kitab Qishshah Mi’rajin Nabi karya Syaikh Najmudin Al Ghozi, digambarkan dalam perjalanan dari Ka’bah ke Baitul Maqdis, Nabi Muhammad SAW mengalami perhentian beberapa kali seperti Madinah, kemudian ke tempat Nabi Musa berteduh saat diburu Firaun, Bukit Sinai, hingga Betlehem tempat kelahiran Nabi Isa a.s.
Hikmah
Peristiwa Isra Mi’raj sangat berarti bagi umat Islam, karena di dalam peristiwa ini perintah shalat pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai mana kita ketahui, perintah shalat merupakan bagian dari rukun Islam yang kedua, dan menjadi ibadah yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim.
Awalnya, jumlahnya 50 kali sehari. Namun, setiap kali Rasulullah SAW turun dari Sidratul Muntaha, Nabi Musa a.s. mengingatkan beliau bahwa jumlah tersebut terlalu besar. Nabi SAW diminta meminta keringanan, hingga tersisa lima rakaat dalam sehari semalam. Selain shalat yang utama, ada beberapa hikmah dari pertiswa isra Mikraj.
Pertama, bukti Allah menyayangi hambanya. Terjadinya Isra dan Mi’raj berlangsung pada tahun kesedihan bagi Rasulullah saw. yaitu ketika beliau baru saja ditinggal oleh orang terdekatnya. Saat itu juga, Allah swt mengutus malaikat Jibril untuk membawa Nabi Muhammad saw melakukan perjalanan mulianya sebagai bentuk penghiburan dari Allah swt.
Kedua, keimanan meningkat setelah cobaan. Cobaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw sebelum Isra dan Mi’raj merupakan ujian untuk meningkatkan keimanan, yaitu dengan kepergian orang terdekatnya. Allah swt pun menjanjikan umatnya yang dapat melewati cobaan dengan baik serta berpegang teguh pada syariat Islam, maka dirinya akan memperoleh nikmat besar dari Allah swt.
Ketiga, memperbaiki kualitas shalat. Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi Muhammad saw. juga menerima perintah salat dari Allah yaitu 50 kali dalam sehari, namun jumlahnya terus menurun ketika Nabi Muhammad saw. bertemu dengan nabi-nabi lain. Mereka meminta Nabi Muhammad memohon pengurangan jumlah waktu shalat kepada Allah swt. sehingga pada akhirnya hanya lima waktu shalat wajib saja untuk umat Islam.
Keempat, terjadi di malam hari. Peristiwa perjalanan Isra Mi’raj terjadi di malam hari seperti dalam arti QS Al Isra ayat 1. Alasan yang membuat Allah swt. memilih perjalanan malam itu, karena semua orang sedang terlelap. Perjalanan malam merupakan waktu sangat sepi dan di sinilah perlu dimaknai, bahwa Allah swt. sangat ingin melihat hambanya yang benar-benar beriman. Malam hari juga disebut sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa serta mendekatkan diri kepada Allah dibandingkan dengan waktu lainnya.
Kelima, mempercayai kekuasaan Allah swt. Isra dan Mi’raj mengajarkan bahwa Allah Maha Kuasa, karena perjalanan Nabi Muhammad saw. tersebut seolah tak masuk akal apabila dilakukan hanya satu malam pada zaman itu. Untuk mempercayai kuasanya memang memerlukan keimanan. Selain itu, kejadian dahsyat tersebut mempunyai makna dan hikmah Isra Mi’raj, bahwa mujizat itu nyata dan hanya milik Allah semata.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara
Bukan Sekadar Mengajar, Guru MA Matholiul Ulum Jadi Petugas Upacara Hardiknas 2026
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 02 Mei 2026. Yang istimewa dari up
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini 2026
Mamuba.sch.id- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar upacara bendera pada Selasa, 21 April 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini menj
Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal dan RAT Koperasi ARTHA BERKAH
Mamuba.sch.id- Aula MA Matholiul Ulum Banjaragung menjadi saksi hangatnya tali silaturahmi pada Kamis, 16 April 2026. Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menyelengg
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Belajar Tanam Selada di Kebun Hidroponik
Mamuba.sch.id- Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU bersama Lembaga Pers Siswa (LPS) "WASIS" MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan bertajuk "KITA HARUS MENANAM KEMBALI" pada S
Membanggakan! 4 Siswa MA Matholiul Ulum Banjaragung Berhasil Lolos SPAN-PTKIN 2026
Mamuba.sch.id- Kabar gembira menyelimuti keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak empat peserta didik dinyatakan lulus seleksi jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasiona
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Istighosah Jelang Ujian Madrasah
Mamuba.sch.id- Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Min
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal 1447 H
Mamuba.sch.id- Mengawali kegiatan pasca libur Idulfitri, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menyelenggarakan acara Halalbihalal yang diikuti oleh seluruh civitas akademik



