Menelusuri Asal-Muasal Tradisi Halal Bihalal (bag.1)
Mamuba.sch.id. Lebaran atau Idufitri di Indonesia sangat identik dengan tradisi halal bihalal. Saling memaafkan antar tetangga dan saudara. Bahkan kepada orang yang tidak dikenal sekalipun. Tahukan sahabat sejak kapan tradisi ini berkembang di Indonesia.
Dikutip dalam Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu pada Januari – Juni 2019, disebutkan bahwa tradisi ini pertama kali dirintis oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I. Sosok ini merupakan pendiri dari Kadipaten Mangkunegaran yang berada di Surakarta (baca: Solo). Mangkunegara lahir pada 7 April 1725 lalu meninggal pada 23 Desember 1795.
Mangkunegara I yang juga dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa merupakan orang yang pertama kali mengenalkan tradisi yang sekarang dikenal sebagai halal bihalal. Setelah Idul Fitri, dia mengadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.
Baca juga: Hari Kemenangan Telah Tiba, Sembilan Amalan yang Harus Kamu Ketahui
Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Saat itu, semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri.
Menurut jurnal yang ditulis oleh Maisarotil, tradisi ini ternyata ditiru dan diadaptasi oleh organisasi-organisasi Islam dengan istilah halal bi halal. Selanjutnya, instansi pemerintahan dan swasta mulai mengadakan tradisi tersebut yang pesertanya meliputi masyarakat dari berbagai pemeluk agama.

Masyarakat melakukan halal bihalal di hari Lebaran (dok.ist)
Tradisi ini pun terus berkembang dan dilakukan di Indonesia hingga sekarang. Budayawan Umar Khayam pernah mengungkapkan, tradisi Lebaran termasuk terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam.
Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, tradisi itu pun menyebar ke seluruh daerah di Indonesia dan melibatkan penduduk dari berbagai pemeluk agama.
Menurut Maisarotil, negara-negara Islam di Timur Tengah dan Asia (selain Indonesia) tidak ada tradisi berjabat tangan secara massal untuk saling memaafkan setelah shalat Idul Fitri. Hanya sejumlah orang secara sporadik berjabatan tangan sebagai tanda keakraban.
Baca juga: Artikel Khusus Idulfitri: Kita Telah Melawan, Nak. Sebaik-baiknya, Sehormat-hormatnya.
Berdasarkan ajaran Islam, saling memaafkan itu tidak ditetapkan waktunya secara khusus. Dengan kata lain, tidak ada prosesi saling memaafkan semacam halal bi halal setelah Muslim menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Saat seseorang merasa berbuat salah kepada orang lain, maka dia harus segera meminta maaf kepada yang bersangkutan.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti pun tidak menemukan istilah halal bi halal dalam Alquran dan hadis. Sebab itu, peneliti berkeyakinan istilah dan tradisi ini asli dari Indonesia.
Editor: md
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara
Bukan Sekadar Mengajar, Guru MA Matholiul Ulum Jadi Petugas Upacara Hardiknas 2026
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 02 Mei 2026. Yang istimewa dari up
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini 2026
Mamuba.sch.id- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar upacara bendera pada Selasa, 21 April 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini menj
Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal dan RAT Koperasi ARTHA BERKAH
Mamuba.sch.id- Aula MA Matholiul Ulum Banjaragung menjadi saksi hangatnya tali silaturahmi pada Kamis, 16 April 2026. Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menyelengg
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Belajar Tanam Selada di Kebun Hidroponik
Mamuba.sch.id- Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU bersama Lembaga Pers Siswa (LPS) "WASIS" MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan bertajuk "KITA HARUS MENANAM KEMBALI" pada S
Membanggakan! 4 Siswa MA Matholiul Ulum Banjaragung Berhasil Lolos SPAN-PTKIN 2026
Mamuba.sch.id- Kabar gembira menyelimuti keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak empat peserta didik dinyatakan lulus seleksi jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasiona
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Istighosah Jelang Ujian Madrasah
Mamuba.sch.id- Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Min



