Artikel Khusus Idulfitri: Kita Telah Melawan, Nak. Sebaik-baiknya, Sehormat-hormatnya.
Di judul artikel ini, saya mengutip dari dalam buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Sebuah baris kalimat yang pendek, tapi entah mengapa saya selalu diam beberapa saat setelah membacanya. Hati siapa yang tidak merenung dan bersyukur, kala diberi kesempatan melewati Ramadhan dengan berbagai godaan dan "perang" di dalamnya. Sehingga hari ini kita menang dalam melawan itu semua.
Hari ini kita mendengar gema takbir di segala penjuru. Tua, muda, remaja, anak kecil, semua tumpah di dalam rasa syukur yang mendalam. Di tengah malam yang biasanya sunyi sepi, digetarkan gema takbiran yang melantun dari maghrib hingga menjelang salat id. Apapun bentuk usaha dan kualitas ibadah kita selama Ramadhan, kita tetap patut dan pantas merayakan kemenangan ini.
Ketika masih duduk di bangku Aliyah, salah seorang guru pernah berkata kepada saya "Le, ketika bulan Ramadhan akan selesai maka langit, bumi, dan para malaikat menangis. Di bulan ramadhan, pahala dilipatgandakan, akan diampuni dosa-dosa yang sudah berlalu asal berpuasa dengan penuh keimanan. Suasana ramadhan yang khas itu, tidak akan kamu temukan di bulan-bulan lain. Allah memberikan ampunan, pintu taubat dibuka lebar, doa-doamu akan dikabulkan, Le." Saya yang dulu memang kadang mempunyai pikiran random ingin sekali bertanya "Yai, tangisannya langit dan bumi apakah sama seperti tangisannya orang yang patah hati?" Sayangnya saat itu saya tidak berani bertanya, karena pasti akan dipukul menggunakan kitab beliau sambil berkata "Jangan kebanyakan bertanya yang neko-neko seperti orang Bani Israil."
Maka dengan ke-khas-an bulan Ramadhan itulah yang menjadi penyebab kita akan rindu setelah ditinggalkan. Suara mercon yang kadang membuat kita jengkel, iklan sirup di televisi, nyatanya akan membuat kita tersenyum dan tersadar bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan. Ketika tadarus Al-Quran di Masjid atau Musholla, ada saja yang memberikan minuman dan suguhan seperti gorengan atau semangka. Entah mengapa semangka yang dimakan terasa lebih segar dan enak, padahal kita bisa membelinya di bulan-bulan lain.
Nak, kita patut berbahagia dan bangga karena sudah melewati bulan suci ini dengan maksimal. Kegiatan pembelajaran Ramadhan di Madrasah menjadi salah satu bukti bahwa ibadahmu maksimal. Perut dan tenggorokanmu yang menahan dahaga, tanganmu yang lihai maknani kitab yang dibaca guru, kakimu yang melangkah ke Madrasah, telingamu yang tenang dan runut mendengar penjelasan dari guru, mulutmu yang ber-tadarus dan napasnya bau itu pun akan menjadi saksi bahwa kamu menjalani hari-hari di bulan Ramadhan jauh dari kata sia-sia. Segala goda dan rayu sudah kamu lewati, Nak. Berbahagialah karena kita telah melawan, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Penulis: Mir
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ada Doa dan Harapan atas Piala yang Dibawa Pulang
Mamuba.sch.id- Mari kita bicara tentang apa yang terjadi di balik layar, jauh sebelum peluit wasit berbunyi. Di sana, di balik pintu rumah yang sederhana, ada seorang ibu yang jemarinya
Berpikir Positif dan Sabar dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan
Oleh: Salma, Roudhotun Naviz Satuzzahroh, Zahra Raisyatul Jannah Mamuba.sch.id- Dalam menghadapi berbagai ujian atau cobaan hidup, sabar menjadi salah satu sifat yang harus d
Guru MA Matholiul Ulum Banjaragung Memberikan Metode "Rahasia" Menguasai Bahasa Arab
Mamuba.sch.id__Sebagai salah satu komponen penting di dalam Islam, bahasa Arab wajib dipelajari oleh umat islam untuk memahami isi kandungan Al-Qur'an, hadits, serta kitab-kitab karanga
Harapan Baru untuk IPNU-IPPNU MA Matholiul Ulum Banjaragung di Kepengurusan yang Baru
Mamuba.sch.id- Senin 22 Januari 2024 IPNU-IPPNU Pimpinan Komisariat MA Matholiul Ulum resmi dilantik. Tema yang diangkat di pelantikan ini bukan main-main, yaitu “Membangun S
Ujian, Kenapa Harus Nyontek (bagian. 1)
M. Dalhar* Ujian akhir semester genap atau yang disebut Penilaian Akhir Kelas (PAK) hampir usai. Dalam perjalanannya, ujian selalu menyisakan drama. Mulai dari telatnya pembayaran, ket
Catatan Akhir Madrasah
Oleh: Muhammad Imam Rosyadi Hari ini, Rabu 17 Mei 2023 kita kehilangan sesuatu. Mungkin masih sedikit kehilangan yang kita rasakan. Namun, lambat laun dan kian pasti, akan ada
Beberapa Keutamaan Lailatul Qadar (bag.4)
Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang sangat istimewa dan memiliki keutamaan yang sangat besar dalam agama Islam. Malam lailatul qadar terletak di sepuluh malam terakhir bulan Ram
Beberapa Tips Supaya Belajar Tetap Semangat dan Produktif di Bulan Ramadhan
Mamuba.sch.id. Di bulan ramadhan, aktivias di dalam keseharian kita terjadi sedikit perubahan. Kalau di hari normal sebelum berangkat sekolah kita sarapan, maka di bulan ramadhan j
Masa Depan Mamuba dalam Mimpi Siswa, Sebuah Memor dari Wahyu
Mamuba.sch.id. Memoar merupakan sebuah kesan-kesan yang bersifat personal terhadap suatu hal atau peristiwa. Dalam menulis memoar tidak ada yang salah karena sifatnya pribadi. Pada kese
Mewacanakan Madrasah Ramah Lingkungan: Impementasi Kurikulum Merdeka
Mamuba.sch.id. Isu lingkungan menjadi salah satu dimensi dalam Kurikulum Merdeka. Dalam projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila isu lingkungan termasuk dalam program gaya hidup berkel



