Bada Apem, Inilah Sepotong Kisahnya
Mamuba.sch.id. Subuh di hari Jumat ada suasana yang tidak biasa. Di Desa Banjaragung, suara kasidah shalawat menggema di mushalla atau masjid dari segala penjuru. Saling bersahutan menjadikan keheningan pagi pecah. Sebuah acara budaya akan berlangsung.
Iya, ada sebuah kesepakatan yang tidak tertulis bahwa di setiap Jumat Wage di bulan Dzulqo’dah (sasi Apit) dilaksanakan tradisi doa bersama. Apem sebagai media utamanya. Orang-orang menyebutnya sebagai Bada Apem. Jika di bulan Apit tidak terdapat hari pasaran Jumat Wage dapat dilakukan bulan Syawal atau Dzulhijjah.
Baca juga: Kaldik Madrasah 2022/2023 Terbaru, Yuuk Kepoin
Menelusuri sejarah tradisi ini bukan perkara yang mudah. Terlebih lagi tidak ada sumber tertulis primer yang menyebutkan tentang tradisi ini. Di Kasunanan Surakarta, dalam Serat Centhini (1814) yang menjadi Ensklopedi kebudayaan Jawa termuat banyak hal tentang Jawa. Salah satunya adalah makanan yang berkembang pada waktu itu, beberapa antara lain: timus, tiwul, nogosari, apem, cenil, dan gatot.

Doa bersama dan Menikmati suguhan apem (dok.ist).
Jauh sebelum itu, pada masa awal Mataram Islam era Sultan Agung ada seorang tokoh Ki Ageng Gribik. Singkat cerita, sepulang dari berhaji bersama dengan sultan, ia membawa oleh-oleh makanan dan dibagikan kepada masyarakat. Karena tidak mencukupi, kemudian dibutlah makanan yang berbahan tepung beras. Jadilah jajanan apem, yang diambil dari kata “afwun” berarti permohonanan maaf.
Jepara pada waktu itu menjadi bagian dari Mataram Islam. Bagaimana tradisi Bada Apem ini masuk ke Jepara yang notabene-nya adalah wilayah pesisir, jauh dari pusat pemerintahan pusat. Terlepas dari persoalan tersebut, secara nyata tradisi Bada Apem telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jepara.
Setiap daerah atau desa memiliki kisah sendiri masuknya tradisi ini. Ada yang benar-benar baru karena mengikuti lingkungan sekitarnya. Ada juga yang melestarikan dari para pendahulu sebelumnya.
Dilihat dari sudut pandang agama, tradisi ini berjalan secara Islami. Di dalamnya ada unsur silaturahim, sedekah, dan doa bersama. Doa untuk para ahli kubur maupun doa untuk keselamatan semua. Dengan tradisi semacam ini, secara tidak langsung hubungan antar warga pun dapat terjalin dengan baik.
Penulis : md
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara
Bukan Sekadar Mengajar, Guru MA Matholiul Ulum Jadi Petugas Upacara Hardiknas 2026
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 02 Mei 2026. Yang istimewa dari up
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini 2026
Mamuba.sch.id- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar upacara bendera pada Selasa, 21 April 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini menj
Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal dan RAT Koperasi ARTHA BERKAH
Mamuba.sch.id- Aula MA Matholiul Ulum Banjaragung menjadi saksi hangatnya tali silaturahmi pada Kamis, 16 April 2026. Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjaragung menyelengg
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Belajar Tanam Selada di Kebun Hidroponik
Mamuba.sch.id- Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU bersama Lembaga Pers Siswa (LPS) "WASIS" MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan bertajuk "KITA HARUS MENANAM KEMBALI" pada S
Membanggakan! 4 Siswa MA Matholiul Ulum Banjaragung Berhasil Lolos SPAN-PTKIN 2026
Mamuba.sch.id- Kabar gembira menyelimuti keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak empat peserta didik dinyatakan lulus seleksi jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasiona
Siswa-siswi MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Istighosah Jelang Ujian Madrasah
Mamuba.sch.id- Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada Min
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Halalbihalal 1447 H
Mamuba.sch.id- Mengawali kegiatan pasca libur Idulfitri, Keluarga Besar MA Matholiul Ulum Banjaragung menyelenggarakan acara Halalbihalal yang diikuti oleh seluruh civitas akademik
Membidik Prestasi Hingga Tingkat Provinsi melalui Study Club di MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Bagi sebagian besar pelajar, mendengar kata "belajar tambahan" mungkin terasa melelahkan. Namun, suasana berbeda akan kita temukan di MA Matholiul Ulum Banjaragung.



