Negara Maju Kembali Biasakan Siswa untuk Menulis dan Gunakan Teks Cetak (Bag. 1)
Mamuba.sch.id. - Membaca buku secara fisik dan menulis tangan tetap menjadi kunci fondasi literasi yang kuat. Swedia menghentikan pemakaian gawai elektronik dalam pembelajaran bagi siswa berusia enam tahun ke bawah.
Di tengah laju perubahan digital, sejumlah negara maju di Eropa justru memutuskan melambat. Mereka kembali memperkuat pembelajaran berbasis rujukan ke buku dan teks cetak, serta membiasakan murid menulis tangan. Justru metode yang oleh sebagian masyarakat global dianggap jadul inilah yang mampu membekali manusia modern kemampuan literasi yang kuat.
Baca juga: Peringati Harlah Maarif NU ke-94, Siswa Matsamuba Gelar Upacara Bendera
Kementerian Pendidikan Swedia mengumumkan menghentikan pemakaian gawai elektronik di dalam pembelajaran untuk siswa. Mereka mengeluarkan peraturan agar murid-murid diajak sering memanfaatkan perpustakaan, bertanya langsung kepada para guru, serta belajar menulis dengan memperbanyak latihan motorik halus dan kasar secara menyenangkan.
Swedia selama ini telah mengakrabkan murid-murid dengan gawai elektronik, terutama sabak elektronik. Mereka terbiasa bermain gamependidikan dengan gawai. Murid-murid sekolah terbiasa menggunakan internet di dalam menyelesaikan tugas sekolah. Mereka bekerja secara independen berselancar di berbagai situs guna mengumpulkan informasi yang relevan dengan tugas.

Salah satu kegiatan untuk membiasakan menulis bagi siswa di Mamuba (dok.ist)
Memang, secara tataran global, Swedia tetap bertengger di peringkat atas di dalam literasi masyarakatnya. Akan tetapi, pantauan Kementerian Pendidikan melihat tren kemerosotan nilai literasi sepanjang periode 2016-2021. Intinya, kemampuan literasi generasi muda Swedia, terutama Generasi Z, tidak secakap generasi sebelumnya.
Institut Karolinska menjelaskan hasil kajian mereka, yaitu langsung terjun ke dunia digital untuk mencari informasi ternyata susah dalam memastikan keakuratan konten yang diakses. Menurut mereka, mendidik anak-anak mengenal informasi akurat tetap harus dari buku ataupun teks-teks cetak lainnya. Di sini, murid belajar mengenai pentingnya mengenal informasi yang sudah diverifikasi dan dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menurut Institut Karolinska, mendidik anak-anak mengenal informasi akurat tetap harus dari buku ataupun teks-teks cetak lainnya.
Baca juga: Harlah ke-94, LP Maarif NU Jepara Gelar Jalan Sehat
Baru setelah terbiasa membaca, memilih, dan memilah informasi dari teks cetak serta bertanya kepada guru, murid-murid belajar menerapkannya di dunia digital. Ini memberi mereka landasan yang kuat dalam memastikan informasi digital yang mereka akses terverifikasi dan tidak gampang dipengaruhi oleh orang-orang terkenal di internet, misalnya para pendengung (buzzer).
Jerman telah lebih dulu menerapkan pembelajaran analog di sekolah meskipun sejumlah pegiat dan praktisi pendidikan di negara itu mengimbau negara bahwa sudah saatnya digitalisasi. Mereka berbicara demikian karena Jerman sudah memiliki fondasi kuat di pembelajaran literasi dasar. Bersambung.
Selanjutnya, Dampak buruk gawai....
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Di Bawah Langit Malam, Sepuluh Obor Menyalakan Satu Tekad
Mamuba.sch.id- Malam itu, langit di atas halaman MA Matholiul Ulum Banjaragung seperti ikut menahan napas. Pukul 19.30 WIB, keheningan malam pecah bukan oleh sorak-sorai, melainkan
MAKESTA Warnai MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung
Mamuba.sch.id- Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) menjadi salah satu rangkaian acara yang mewarnai Masa Ta'aruf Murid Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung. Kegiatan ini
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Baca Al-Qur'an Bagi Murid Baru
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung menggelar Tes Wawancara Potensi Akademik dan Tes Baca Al-Qur'an sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tah
Panitia MATAMUDA 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung Ikuti Pelatihan, Siap Sambut Peserta Didik Baru
Mamuba.sch.id- Panitia Masa Ta'aruf Peserta Didik Baru (MATAMUDA) 2026 MA Matholiul Ulum Banjaragung mengikuti pelatihan selama dua hari, yakni pada 7-8 Juli 2026. Pelatihan ini di
Tiga Peserta Didik MA Matholiul Ulum Banjaragung Lolos Seleksi UMPTKIN, Tembus Kampus Negeri Ternama
Mamuba.sch.id- Kabar membanggakan kembali datang dari MA Matholiul Ulum Banjaragung. Sebanyak tiga peserta didiknya dinyatakan lulus seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar LPJ Sambil Rekreasi di Bendungan Logung Kudus
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan konsep berbeda, yakni dipadukan dengan kegiatan rekreasi di Bendungan
MA Matholiul Ulum Banjaragung Teken MoU dengan LPK Andy dan Ahass Muncul Jaya Motor
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banjaragung resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua lembaga mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Andy dan Ahass Muncul Ja
MA Matholiul Ulum Banjaragung Gelar Kurban Idul Adha 2026, Jadikan Ajang Edukasi Fiqih bagi Siswa
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali melaksanakan salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu yaitu penyembelihan hewan kurban. Bertempat di halaman madra
Haflah Akhirussanah MA Matholiul Ulum Banjaragung 2026: Momen Haru Pelepasan 56 Putra-putri Terbaik
Mamuba.sch.id- MA Matholiul Ulum Banjaragung kembali menorehkan momen bersejarah. Pada 13 Mei 2026, madrasah yang bernaung di bawah Yayasan Tarbiyatul Islam Matholiul Ulum Banjarag
MA Matholiul Ulum Banjaragung Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Dinas KKMA 02 Jepara
Mamuba.sch.id- Madrasah Aliyah (MA) Matholiul Ulum Banjaragung mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Dinas Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara



