• MA MATHOLIUL ULUM BANJARAGUNG
  • Berilmu, Terampil, dan Berakhlakul Karimah

Hujan yang Menyenangkan (Bag.2)

5 Tahun yang lalu....

"Sasa, ayo main hujan-hujanan di sawah! Kamu udah ditunggu teman-teman nih," teriak Lia, tetangga samping rumahnya. Sasa segera keluar dari rumahnya yang terlihat sederhana, tapi rumah itu bersih dan nyaman. Sasa membuka pintu kayu rumahnya secara perlahan.

"Sebentar, Lia. Aku izin ke Ibuku dulu," jawab Sasa. Sasa mempunyai budi luhur kepada siapa saja, termasuk teman-temannya. Orangtuanya menanamkan perilaku bertata krama dan etika sejak Dia masih kecil.

"Nggak usah. Nanti kamu dimarahin kalau Ibumu tahu kamu mau main hujan-hujanan," sahut Via, seorang anak yang sering mengajak temannya untuk melakukan kejelekan.

Sasa merapalkan istighfar berkali-kali sambil mengelus dadanya. Dia terheran-heran dengan Via, mengapa dari 4 temannya, hanya Via yang suka mengajak aneh-aneh.

BACA JUGA: Hujan yang Menyenangkan

"Kan harus izin orangtua dulu kalau mau pergi main. Biar orangtuaku nggak khawatir. Kasihan lho mereka kalau aku nggak izin, gimana kalau mereka mencari-cari aku," kata Sasa. Sasa menjelaskan panjang lebar. Sasa memang sering menasihati teman-temannya.

Setelah terjadi obrolan panjang dengan teman-temannya,Sasa akhirnya izin ke Ibunya yang kebetulan sedang menanak nasi di dapur. Ibunya mengizinkan Sasa bermain hujan, asal setelah itu Sasa harus segera pulang ke rumah untuk mandi dan minum teh hangat supaya badannya tidak masuk angin.

"Iya, Bu. Nanti setelah bermain hujan, Sasa langsung pulang ke rumah," ucap Sasa sambil mencium punggung tangan Ibunya.

Setelah mendapatkan izin, Sasa langsung keluar bersama teman-temannya. Di sawah becek dan penuh lumpur, di sana sudah banyak teman lain yang menunggunya. Ada Nia, Meila, Imah, dan Lala. Mereka menyambut Sasa dengan mata berbinar. Sasa menyapu pandangan ke segala sudut cakrawala. Seketika matanya menangkap 3 wajah teman laki-lakinya yang sering membuatnya kesal. 

"Via, kok ada mereka sih?" keluh Sasa.

"Iya nih. Tadi Wahyu, Ulul, dan Iqbal tiba-tiba datang menyusul kami. Semoga saja mereka nggak ganggu kita."

Lia dan Nia berada di selokan yang dialiri air. 2 anak gadis itu memainkan sebuah botol yang mulut botolnya diikat tali rafia memanjang, lalu botol itu dilemparkan di genangan air selokan. Lia dan Nia melakukan hal tersebut diibaratkan seperti menimba air di dalam sumur. Wajah 2 anak gadis itu memancarkan aura bahagia. Padahal mereka hanya melakukan hal sederhana.

 

Bersambung.....

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Hujan yang Menyenangkan (Bagian 1)

Sebuah cerpen dari Salwaa Naura Seorang anak gadis terlihat sedang menyusuri jalan setapak menuju sawah yang terletak di dekat delta kecil sebuah sungai. Hati-hati gadis itu berjalan m

28/05/2023 13:19 - Oleh Administrator - Dilihat 383 kali
Kumpulan Lirik Lagu Wisuda ke-20 Mamuba

Mamuba.sch.id. Wisuda para siswa Madrasah Aliyah Matholiul Ulum Banajaragung dilaksanakan Rabu (17/5) pagi. Dalam acara tersebut terdapat sesi menyanyikan lagu tentang guru dan perpisah

17/05/2023 08:06 - Oleh Administrator - Dilihat 749 kali
Serangan  1 Maret 1949 dan Perjanjian Roem-Royen (bagian 2. Habis)

Mamuba.sch.id. Serangan umum 1 Maret 1949 membawa arti penting bagi posisi Indonesia di mata internasional. Selain membuktikan eksistensi TNI yang masih kuat, Indonesia memiliki posisi

03/03/2023 14:58 - Oleh Administrator - Dilihat 1864 kali
Hujan yang Menyenangkan (Bag.3)

Wahyu dan Ulul tertawa terpingkal saat berdiri di tepi sawah yang baru ditanami padi. Sasa mengernyitkan dahi ketika melihat sesuatu yang dipegang keduanya. Benda itu berwarna hijau, be

15/02/2023 15:31 - Oleh Administrator - Dilihat 163 kali
Hujan yang Menyenangkan

Cerita Pendek dari Salwaa Naura Seorang anak gadis terlihat sedang menyusuri jalan setapak menuju sawah yang terletak di dekat delta kecil sebuah sungai. Hati-hati gadis itu berjalan m

10/02/2023 11:34 - Oleh Administrator - Dilihat 225 kali
Memoar, Berkenalan & Beradaptasi dengan Organisasi

Mamuba.sch.id. Memoar atau cerita-cerita yang berisi tentang kenangan yang berkesan mirip dengan autobiografi. Setiap orang memilikinya. Sayangnya, tidak banyak yang mau menceritakannya

04/02/2023 11:21 - Oleh Administrator - Dilihat 195 kali
Puisi Salwaa Naura

Udara yang Kita Hirup dan Angan yang Kita Impikan   Sayup kerinduan hinggap di awang-awang Menembus cakrawala yang kian lama menjadi usang Rinai hujan sekejap menghilang Terga

07/01/2023 10:54 - Oleh Administrator - Dilihat 340 kali